September 12, 2009

Perubahan

Perubahan

BENCI BENCI BENCI BENCI

tapi dengan keadaanku sekarang, tuntutan dan tekanan bertubi-tubi menghajarku
takkusadari bahwa aku telah berubah menjadi sesuatu yang tidak jelas
namun aku telah membuka mataku oleh seorang temanku, ASTRI

aku tidak butuh aga yang baru, namun aga yang terkontrol(mungkin itu yang tepat)
memang aku bukan panutan yang baik, namun aku akan tetap berusaha menjadi yang terbaik buat adek kelasku dan teman-teman serta sahabat-sahabat terbaikku :)

"dilla wisna khanza ririe nevi fanny evelyne novi rara titis manda astrie fara bella nadia karina inten"

"you always shine my life, and you have painted lots of beautiful memories and I hope you will always paint my heart by your beautiful color of life :)"

Namun, aku tetap aku. Walaupun sebuah gunung menimpa pundaku dan seluas laut menghujamku aku akan tetap aga.

Terima kasih teman :)


August 22, 2009

REVOLUSIONER

Hari itu hari Rabu, saat PPLB.

Aku bersama Mas Hendri, Mbak Zahra, Tiwi, dan Mbak Gonjreng berada di Biologi 2 mengobrol membahas 67. Dilihatlah sebuah buku diary yang bernama Yudhis. Komentar keluar bersamaan menggunjingkan anak itu dan mengatakan dia ADIKKU.
Aku hanya terperanjat dan menyetujui dengan wajah setengah gembira, membuat hal itu seperti hal yang patut ditertawakan

namun...

Seseorang menyeletuk, merupakan sebuah kata yang sangat mengecangkanku

Kakak kelas yang baik hati mengingatkan akan sesuatu hal yang penting yang sesungguhnya telah menjadi momok dipikiranku.

"Ga, mbok kamu segera melakukan hal yang revolusioner, aku pinginnya kamu keluar sma3 jadi orang, Ga. Ayo keluar dari Comfort Zone-mu."

Aku hanya terhenyak, bingung harus menjawab apa. Namun apa yang dikatakannya benar, aku harus berubah dari yang BENCIS menjadi LELAKI sebenarnya.

Comfort Zone
Momok lagi bagiku, harus aku akui, ini sulit.
Imageku sudah terbentuk seperti "itu", mengubah paradigma teman-teman seperti membalikkan bumi bagiku, sungguh susah.

Terima kasih atas kepedulianmu, aku tidak menyangka bahwa aku akan diberi nasehat sehebat itu yang akhirnya menjadi turning point bagiku. Terima kasih Mabk Zahra, aku akan selalu mengingat nasehatmu :)

rasa terima kasihku padamu

menangis ku membaca apa yang kau tulis,
tahun ini sungguh merupakan tahun yang menurutku indah dan suram, indah karena dirimu dan Wisna yang selalu menemaniku dan mengiri langkahku hingga aku dapat sejauh ini. Aku bukan yang terbaik, teman, namun aku akan selalu menjadi yang terbaik, saat-saat inilah yang kusebut persahabatan <3 dimana susah bersama senang bersama dan support semuanya. Terima kasih kawan

I can't say anything, just I will say I love you Dilla Wisna, you shine me allday :)

Hari ini hari adalah hari terbaik dan terburukku

Semoga tiap harinya akan menjadi indah bersamamu, DILLA WISNA